Rabu, 19 Juni 2013

TOP!!!! BELAJAR MUDAH BAHASA ASING


Belajar Bahasa Asing

Oleh
Prof Dr Roy Sembel/Sandra Sembel

Seekor ibu tikus sedang berjalan-jalan dengan kedua anaknya. Di tengah jalan mereka bertemu dengan seekor kucing yang mengejar mereka. Mereka pun berlari. Tiba-tiba sang ibu Tikus berbalik menghadap sang kucing, sambil berteriak ”Grrrrrr... Guk...Guk... Guk...Grrr....!” dengan suara lantang. Mendengar suara anjing galak, sang kucing pun lari terbirit-birit.
alu, ibu tikus tersebut kembali kepada anak-anaknya yang sedang terpana melihat apa yang baru saja terjadi. Sang ibu tikus lalu berkata, ”Itulah gunanya kita belajar bahasa asing!”
Pernyataan sang ibu tikus ada benarnya. Belajar bahasa asing memberikan banyak manfaat. Lalu bagaimana caranya agar belajar bahasa asing bisa lebih efektif dan cepat? Ingin tahu rahasianya? Simak yang berikut.

Persiapan Total
Seperti juga belajar keterampilan lainnya, kita perlu melakukan beberapa persiapan penting agar proses pembelajaran berjalan efektif.

Persiapan Emosi
Yang utama dalam memulai langkah pertama dalam melakukan pembelajaran adalah persiapan emosi. Pastikan kita memiliki emosi positif terhadap bahasa asing yang ingin kita pelajari. Emosi positif ini akan membantu kita untuk tetap bertahan melawan berbagai kendala yang muncul di tengah proses belajar (misalnya: rasa bosan, kesulitan memahami apa yang kita baca dan kita dengar).
Untuk menumbuhkan emosi positif, kita perlu mencari tahu kaitan bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut dengan hal-hal yang membuat kita senang. Singkatnya, kita perlu tahu apa yang bisa memotivasi kita untuk menyenangi bahasa yang akan kita pelajari.
Misalnya, jika kita ingin belajar bahasa Italia, mungkin kita bisa memulainya dari hal-hal yang kita senangi tentang Italia—masakannya, daerah-daerah wisata di Italia, ataupun beberapa kenalan kita yang berada di Italia. Jika kita ingin belajar bahasa Inggris, mungkin kita mengaitkannya dengan kebutuhan untuk mendapat beasiswa belajar di negeri yang berbahasa Inggris, atau dengan keinginan kita untuk memahami informasi yang kita anggap penting serta menarik yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk perkembangan profesionalisme kita.

Persiapan Mental
Selanjutnya, kita juga perlu melakukan persiapan mental. Kegiatan apa saja yang perlu dilakukan? Pastikan kita memiliki tujuan yang jelas dalam belajar (untuk apa, kapan, kepada siapa kita menggunakan bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut). Tujuan ini mencakup tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek.
Bahasa mencakup aspek yang sangat luas. Tujuan akan membantu kita untuk menyusun prioritas dan strategi dalam belajar. Prioritas akan sangat berguna untuk memilih keterampilan komunikasi mana yang ingin kita asah terlebih dulu, kosa kata bidang apa yang harus kita pahami terlebih dulu, struktur dan tata bahasa yang mana yang perlu kita pelajari lebih dulu. Strategi akan sangat berguna bagi kita untuk memperpendek waktu belajar dan mengintensifkan hasil belajar.
Misalnya, jika kita ingin belajar bahasa asing untuk tujuan akademis (meneruskan pendidikan di negeri tempat bahasa tersebut digunakan), tentunya kita akan menyusun strategi untuk memprioritaskan pemahaman bahasa di bidang akademis—bagaimana memahami kuliah, kosa kata di topik apa saja yang terkait dengan perkuliahan yang akan kita ambil, struktur bahasa yang diperlukan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, terlibat dalam diskusi, dan menyusun karya tulis (paper).
Jika kita ingin belajar bahasa asing untuk menunjang pekerjaan kita dalam membina hubungan bisnis ekspor-impor dengan klien di luar negeri, kita perlu memfokuskan pembelajaran kita pada cara bernegosiasi, cara memberikan presentasi produk ataupun promosi produk baik secara tertulis maupun secara lisan dalam bahasa asing yang menjadi target pembelajaran kita.

Persiapan Fisik
Yang tak kalah pentingnya adalah melakukan persiapan fisik. Persiapan fisik diperlukan untuk membantu kita dalam memiliki stamina yang prima, serta berlatih dengan benar. Belajar bahasa adalah belajar sebuah keterampilan. Belajar sebuah keterampilan memerlukan latihan fisik yang intensif dan benar.
Seperti juga belajar piano, menyetir mobil, ataupun belajar karate, belajar bahasa juga memerlukan latihan yang rutin yang melibatkan aktivitas fisik. Untuk hasil yang efektif, latihan ini perlu dilakukan setiap hari. Latihan ini meliputi latihan pengucapan, latihan mendengar, latihan membaca, serta latihan menulis dengan menggunakan bahasa sasaran.

Kiat Belajar secara Cerdas
Kita mungkin sudah punya pengalaman belajar sebuah bahasa asing, antara lain bahasa Inggris. Kita sudah belajar bahasa Inggris paling sedikit dari sekolah menengah pertama sampai tingkat universitas, tetapi hasilnya tidak memuaskan: kita belum bisa menggunakan bahasa tersebut dengan lancar. Itu karena kita tidak menerapkan strategi cerdas berikut dalam belajar bahasa asing.
Urutan Belajar
Menurut riset di bidang neurolinguistik belajar bahasa perlu dilakukan dengan urutan yang benar, yaitu dari mendengar, berbicara, membaca, lalu menulis. Pastikan agar kita mendapat input lisan dulu sebelum kita melihat bagaimana kata-kata atau kalimat tersebut dituliskan. Jika kita mendengar sambil melihat tulisannya, pengucapan kita dalam bahasa asing tersebut akan cenderung terpengaruh dengan pola kebiasaan kita membaca kata-kata yang tertulis.
Jadi, sebelum kita melihat bagaimana bahasa asing itu ditulis, mulailah dengan mendengarkan bagaimana bahasa tersebut diucapkan. Gunakan berbagai alat bantu untuk membantu kita memahami apa yang kita dengar, misalnya kaitkan apa yang kita dengar dengan gambar yang ada, atau bahasa tubuh dari si pembicara.
Lalu, coba tirukan tiap kalimat yang diucapkan. Setelah kita bisa memahami input lisan, kita perlu mencobanya sendiri untuk mengucapkannya. Selanjutnya, kita boleh membaca/melihat bagaimana input tersebut dituliskan. Dan terakhir, kita bisa mulai mempraktikkan bagaimana menuliskan input tersebut.

Frekuensi Belajar
Menurut sebuah riset di bidang pembelajaran bahasa, belajar bahasa yang efektif perlu dilakukan secara rutin, lebih sering dipraktikkan, lebih baik.
Jika kita belajar bahasa di negara sendiri (bukan di negara tempat bahasa tersebut digunakan), kita perlu menyisihkan waktu paling sedikit 45 menit sampai satu jam dalam sehari untuk mengekspos fisik, mental, dan emosi kita untuk berlatih menggunakan bahasa tersebut, baik dalam sesi belajar mandiri maupun belajar bersama.
Jika kita tekun melakukan hal ini, paling cepat dalam waktu delapan sampai dua belas bulan, kita sudah bisa melihat hasil yang positif dalam kelancaran kita berbahasa.

Alat Belajar
Alat bantu belajar juga sangat penting untuk kita gunakan jika kita ingin mendapatkan hasil yang positif. Selain buku-buku dan gambar, kita bisa mencoba alat bantu berbasis multimedia, yang memberikan keuntungan bagi kita untuk melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam dialog, mimik muka, dan bahasa tubuh yang menyertai penggunaan bahasa, konteks bahasa tersebut digunakan. Alat bantu belajar lainnya adalah kamus dan tesaurus, yakni kamus yang memberikan kata-kata alternatif untuk digunakan.
Kita juga bisa menggunakan flash cards—kartu-kartu kecil yang bisa berisi kata baru dan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat, yang bisa kita bawa ke mana-mana, dalam kantung baju, kantung celana, ataupun dalam tas. Jika kita sedang menunggu, kita bisa mengeluarkan kartu tersebut untuk belajar kata-kata baru dan kalimat baru. Ada banyak lagi alat bantu belajar yang bisa kita gunakan. Cari yang ada di sekitar kita dan manfaatkan dengan optimal.

Model Belajar
Model belajar yang saat ini sedang digalakkan adalah model belajar blended learning atau model belajar yang memadukan manfaat belajar mandiri dengan menggunakan alat bantu multimedia (e-learning) dengan model belajar di kelas. Model belajar mandiri perlu didukung model belajar tatap muka di kelas untuk mengklarifikasi masalah yang tidak bisa kita pecahkan ketika belajar mandiri.
Belajar di kelas juga bisa menjadi ajang kita mempraktikkan secara nyata apa yang sudah kita pelajari secara mandiri. Demikian pula dengan model belajar di kelas. Belajar di kelas tidaklah cukup. Belajar dengan model tatap muka perlu dilengkapi dengan belajar mandiri agar frekuensi berlatih menjadi lebih tinggi, dan kita bisa mendapatkan waktu untuk menyerap secara pribadi apa yang telah dipelajari di kelas dan menggunakannya di lingkungan kita.

Strategi Belajar
Belajar, seperti juga kegiatan lainnya, perlu ditunjang dengan strategi yang benar. Kita bisa memilih strategi belajar yang terkait dengan gaya belajar dan kepribadian kita agar strategi belajar ini nyaman untuk kita lakukan. Jika kita adalah orang yang lebih mudah belajar di waktu malam atau di tempat yang memerlukan ketenangan, terutama dalam belajar mandiri, pilihlah waktu dan tempat yang sesuai dengan gaya belajar kita. Tujuannya agar hasil belajar kita lebih optimal.
Jadi, jika Anda ingin belajar bahasa asing dengan efektif (cerdas dan cepat), pastikan Anda mencoba beberapa tip yang baru saja dibahas. Sukses untuk kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar