Kamis, 20 Juni 2013

Pantun Lingkungan Hidup by Iskandar




Punya pacar punya kekasih
Sayangnya, dia itu anak mami
Tak ada yang lebih bersih
Kalau bukan kelas kami

Pagi-pagi disiapkan  hidangan
Makan bersama duduk lesehan
Kalau kita cinta lingkungan
Selalu jagalah kebersihan

Malin Kundang bermain sumpah
Bangun tidur dikutuk ibunya
Kalau menemukan sampah
Buanglah pada tempatnya

Anak kecil melambaikan tangan
Diatas ranting diatas dahan
Kalau  kita menjaga lingkungan
Sudah pasti disayang tuhan

Sore-sore bertemu Pak Sih
Sedang wisata di pantai Miami
Udara segar, udara bersih
Hanya ada di sekolah kami

Kota Jakarta digenang banjir
Banjir mengalir ke seluruh lapangan
Kami adalah El-Scivier
Yang selalu peduli lingkungan

Pok  Nori mengoleksi mumi
Punya dua semuanya blo’on
Kita sebagai makhluk bumi
Harus terus menanam pohon

Beli kue di toko Pak Burhan
Dapat bonus sehektar lahan
Pencipta  bumi adalah Tuhan
Penjaga bumi adalah tumbuhan

Pupuk laris ya pupuk pusri
Dapat diskon  setengah harganya
Kalau ingin mencari tempat asri
Disinilah tempatnya



BY: El-Scivier

Buku Paling Mahal sepanjang Sejarah

Buku adalah media untuk menulis dan menuangkan segala hal yang kita inginkan kedalam sebuah tulisan, dengan buku juga kita biasanya mengisi hal hal yang kita anggap penting, namun jika buka sudah beralih fungsi menjadi benda yang bersejarah, sehingga buku juga bisa menjadi benda yang sangat mahal harganya bahkan berliapat ganda? maka dari itu kali ini saya akan memberi info kepada sobat tentang daftar nama nama buku termahal didunia, dan sebelumnya saya pernah membahas tentang satu buku paling mahal sedunia namun berbeda denga postinga ini yang akan memberikan 10 daftar buku termahal sedunia atau sejagad raya ini.
Dan inilah daftar 10 nama nama buku termahal sedunia dari urutan paling bawah atau dari urutan ke sepuluh :


10. The Hours dan Mazmur Elizabeth de Bohum, Countess of Northampton, c ,1340-45. Ini adalah pada yang paling mahal itu buku dan telah dijual (£ 1.400.000) di 21, Juni 1988 London.




9. The Monypenny keringkasan, diterangi naskah, c ,14900-95. Buku ini juga ada dalam daftar buku paling mahal. Buku ini memegang rekor untuk setiap naskah Perancis. Book telah terjual (£ 1.700.000) di 19, Juni 1989 London.





8. Ibrani Alkitab adalah referensi umum untuk buku-buku dari Alkitab, awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, dan canonicity kontroversial. Ini adalah salah satu buku yang paling mahal dan memegang rekor untuk setiap naskah Ibrani. Buku telah terjual (£ 1.850.000) dalam 5, Desember 1989 di London.





7. The Birds of America adalah judul buku yang ditulis oleh naturalis dan pelukis John James Audubon, yang berisi lukisan. Buku ini memegang catatan untuk setiap sejarah alam, dan ini adalah salah satu buku yang paling mahal di dunia. Ini telah terjual ($ 3.600.000) (2.292.993 £) dalam 6, Juni 1989 New York.




6. Naskah tanda tangan sembilan simfoni Oleh Wolfgang Amadeus Mozart buku ini adalah pada naskah musik, dan ini yang ada di buku yang paling mahal di dunia. Buku ini memegang rekor untuk naskah musik apapun. Ini telah terjual ($ 3.600.000) (2.292.993 £) pada 22 Mei 1987 di London.




5. The Northumberland Bestiary adalah salah satu tradisi yang paling penting yang muncul dari Inggris abad pertengahan. Itu menjabat sebagai buku bergambar yang paling terkenal pada masa itu. Buku ini memegang rekor untuk naskah bahasa Inggris, dan ini salah satu buku yang paling mahal. Buku ini telah terjual (£ 2.700.000) di 29, November 1990 di London.



4. Alkitab Gutenberg, Ini adalah salah satu buku pertama yang pernah dicetak oleh, Johan Gutenberg dan Johan lebih dulu pada tahun 1455. Ini adalah salah satu harta terbesar dalam koleksi Ransom Center. Alkitab Pusat diakuisisi pada tahun 1978 dan merupakan salah satu dari hanya lima contoh lengkap di Amerika Serikat, dan ini adalah salah satu buku yang paling mahal. Ini telah terjual ($ 5.390.000) di 22, Oktober 1987 London.




3. The Canterbury Tales adalah kumpulan cerita yang ditulis oleh Geoffrey Chaucer pada abad ke-14 (dua di antaranya dalam prosa, sisanya dalam ayat). Kisah, beberapa di antaranya yang original dan yang lainnya tidak. Ini adalah salah satu buku yang paling mahal. Ini telah terjual (£ 4.600.000) pon Dalam 8, Juli 1998.




2. Injil dari Henry the Lion yang dimaksudkan oleh Henry the Lion, The naskah, yang berisi 266 halaman dengan teks dari empat Injil, 50 di antaranya halaman penuh ilustrasi, ini dijual melalui lelang pada 6 Desember 1983 di Sotheby's di London untuk £ 8.140.000. buku Injil, disimpan di Herzog Agustus Bibliothek, Wolfenbüttel, dan untuk alasan keamanan ini hanya ditampilkan sekali setiap dua tahun.





1. Codex Leicester adalah kumpulan tulisan-tulisan ilmiah yang sebagian besar oleh Leonardo da Vinci. Codex ini dibeli pada tahun 1980 oleh industrialis kaya, kolektor seni, dan filantropis Armand Hammer dari Leicester estat, dan berganti nama menjadi "Codex Hammer". Pada tahun 1994 Bill Gates membelinya di lelang sebesar $ 30.8 juta, menjadikannya buku yang paling mahal yang pernah, dan menamainya Codex Leicester.


Kearifan Lokal Kebumen

KEARIFAN LOLKAL DI KEBUMEN

Hallo sobat? Pasti pada lagi bingung cari materi tugas PLH mengenai Kearifan Lokal yang ada di Kebumen. Memasuki semester kedua, pelajaran PLH memang ada kompetensi pelajaran mengenai kearifan lokal. Nah berikut ini ada beberapa contoh kearifan lokal yang pastinya berada di daerah Kebumen tercinta. Contoh-contoh ini berdasarkan pemikiran asli dari saya sendiri. Jadi posting ini bukan hanya copy paste milik orang lain. Baiklah saya akan menyajikan beberapa kearifan lokal daerah kebumen yang saat ini masih kental di daerah tersebut terutama untuk daerah pedesaan bagian pelosok. Mungkin beberapa contoh ini ada yang kurang lengkap mohon di wajarkan saja. Soalnya tidak mungkin kan saya harus keliling Benua Kebumen yang super luas ini?
Simak baik-baik contoh kearifan lokal berikut! Semoga postingan saya dapat memberikan manfaat untuk kita semua dan tentunya akan menambah ilmu pengetahuan kita. Amiiiin..... .
1.      SEDEKAH  LAUT
Untuk yang daerah pesisir pantai pasti kata ini sudah tak asing bagi kalian. Ya SEDEKAH  LAUT adalah suatu ritual pemberian sesaji yang terletak di daerah pinggir pantai guna mencari keselamatan atau hajatan lainnya. SEDEKAH  LAUT sebenarnya memiliki makna yang tersirat. Apakah itu? Penasaran?
SEDEKAH  LAUT dapat diartikan sebagai tanda rasa syukur kita kepada Tuhan atas limpahan rizki, keselamatan, kebaikan dan kemapanan yang lain. Biasanya SEDEKAH  LAUT dilaksanakan oleh para nelayan, hal ini karena nelayan merupakan orang yang paling sering memanfaatkan hasil kekayaan laut. Biasanya jika ada nelayan yang tidak melaksanakan ritual ini akan mendapatkan cemohan dari orang lain. SEDEKAH  LAUT juga ada yang mengatakan ritual yang identik dengan Nyi Roro Kidul. Ya semua itu tergantung masing-masing pribadi.

2.      SEDEKAH  BUMI
Kebudayaan jawa ini merupakan kebudayaan yang paling sering kita temui di desa. SEDEKAH  BUMI merupakan kebiasaan yang hampir semua desa di Kebumen melaksanakannya, walaupun cara dan pelaksanaannya berbeda-beda tetapi hampir semua desa menyebutnya SEDEKAH  BUMI. Ya SEDEKAH  BUMI dilaksanakan satu tahun sekali sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena telah menyediakan lahan yang begitu subur sehingga dapat menumbuhkan aneka macam kearegaman hayati. Selain itu SEDEKAH  BUMI juga dapat di jadikan suatu momentum doa bersama dalam rangka kepentingan bersama, misalnya untuk memohon ditambah rezeki lahir maupaun batin. SEDEKAH  BUMI biasanya dilaksanakan dengan cara: setiap anggota keluarga harus membuat aneka makanan yangg kemudian berkumpul bersama di area yang telah ditentukan oleh kepala desa.

3.      BERSIH DESO
Kebudayaan jawa ini merupakan kebudayaan yang saat ini keberadaannya hampir punah di seluruh lapisan masyarakat. BERSIH DESO dilaksanakan secara bersama-sama pada suatu hari tertentu. BERSIH DESO merupakan kearifan lokal yang saat ini keadaannya sangat memprihatinkan, apalagi dengan keberadaan sarana teknologi pembersih yang semakin marak di seluruh masyarakat. Hal ini sebagai penyebab menyurutnya BERSIH DESO di era saat ini. BERSIH DESO dilakukan dengan membersihkan seluruh area kampung oleh seluruh masyarakat. Save bersih deso plase! Because it can become famous cultural.

4.      GERIGAN
Acara ini merupakan acara yang tidak umum di kalangan masyarak desa Kebumen. Hal ini karena GERIGAN adalah kearifan lokal yang tidak di miliki oleh semua desa di Kebumen. Hanya ada desa-desa khusus yang masih menegakkan budaya GERIGAN ini misalnya saja desa Ngasinan, Patuk, Singoyudan dll. Kebanyakan desa yang setia terhadap budaya GERIGAN adalah desa bagian Kebumen Timur. Ya hal ini karena mungkin GERIGAN berasal dari daerah timuran. GERIGAN dilaksanakan dengan mengerahkan semua lelaki kepala keluarga untuk bersama-sama memperbaiki sistem pengairan sawah dan juga kebersihan ladang, serta bersama-sama memberantas hama tikus secara manual. GERIGAN ini biasanya dilakukan oleh banyak orang, jadi nuansanya terasa menyenangkan. Tapi GERIGAN ini tidak boleh ada perempuan yang ikut tetapi Wajib bagi Lelaki yang sudah berkeluarga dan memiliki sawah. Paham ???

5.      PRING SABTU
Kearifan PRING SABTU merupakan kegiatan menebang pohon bambu tidak secara sembarangan akan tetapi menebang pohon bambu pada hari-hari khusus yaitu satu minggu sekali. Biasanya tiap desa memiliki kepercayaan yang berbeda-beda. Misalnya di Desa saya larangan menebang pohon bambu pada hari SABTU. Jadi kalau hari yang lain boleh saja. Sebenarnya PRING SABTU ini bermakana agar kita tidak menebang pohon secara terus menerus akan tetapi secara berkala atau Timing. Jadi PRING SABTU ini adalah kearifan lokal yang sangat efektif guna mengekang penebangan pohon. Tetapi berbeda menurut kepercayaan orang jawa. Katanya pohon bambu banyak makhluk halusnya jadi kita tak boleh sembarangan menebangya , katanya lagi orang yang menebang di hari sabtu akan jatuh sakit. OKE jadi taati saja aturan yang berlaku supaya tidak dicemoh orang lain. Walaupun menebang dihari sabtu pernah saya lakukan karena sedang ada darurat. Tetapi gak jatuh sakit. Wajarlah itu kan kepercayaan dan kepercayaan itu kan HAM jadi hormatilah.

6.      WIT LARANGAN
Kearifan lokal ini merupakan yang paling banyak dihormati arena denga alasan takut akan tertimpa musibah berat. WIT LARANGAN merupakan kepercayaan yang maksudnya kita tak boleh menebang sembarangan pohon berdiameter besar misalnya 2 meter. Konon pohon besar-besar ini banyak penghuni gaibnya jadi sampai saat ini kebanyakan orang Kebumen akan membiarkan pohon besar tumbuh subur dengan sendirinya. Masyarakat yang sangat kuat menghormati WIT LARANGAN ini ada di daerah Wergonayan. Mereka tidak berani menebang pohon besar ini dan membiarkan tumbuh sampai usia ratusan tahun.

Drama Kepahlawanan SMA N 1 Prembun

Kekalahan Sang Preman
Pelaku :
1.      Suparli           5. Sarti
2.      Suparman       6. Pemuda 1
3.      Minah            7. Pemuda 2
4.      Martina          8. Mas Anang
Pada suatu sore dua orang preman tengah berjalan menyusuri Pasar Minggu. Mereka adalah Suparli dan Suparman. Dua preman ini adalah sosok yang sangat ditakuti oleh para pedagang di Pasar Minggu. Suparli dan Suparman terkenal sebagai preman yang kasar, bengis, dan suka meminta uang setoran yang tak jelas kepada pedagang sebagai pajak karena telah berdagang di area kekuasaannya. Jika ada yang tidak memberikan uang setoran mereka akan bertindak yang sewenang-wenang. Namun sekarang Suparli dan Suparman melakukan tindakan yang kelewatan.
Suparli             : (pandangan tajam) Mana uang setoranmu?
Minah                          : (sangat takut) Ma-maaf Tuan, bukankah dua hari yang lalu saya sudah memberi uang setoran kepada Tuan?
Suparli                         : Ini peraturan baru. Wahai pedagang Pasar Minggu! Mulai saat ini setiap dua hari sekali kalian harus menyerahkan uang setoran 50% dari pendapatan kalian. Ini peraturan baru. Jika ada yang berani melanggar itu artinya kalian berani menantang kami.
Suparman        : (marah) Uang setoranmu Minah? Cepat!
Minah                          : (tak berani memandang wajah Suparli dan Suparman) Tapi Tuan saya sedang tidak memiliki uang banyak. Anak saya sedang sakit dan memerlukan biaya pengobatan.
Suparman        : Itu bukan urusanku. Mana uangnya? Cepat!
Suparli             : Minah....!
Suparman        : (dengan nada keras) Cepat berikan uangnya!
Minah              : (hampir menangis) Tapi Tuan saya sedang membutuhkan.
Suparli             : Ooo..., kau berani melawan kami?
Minah              : (mulai meneteskan air mata) Ampun Tuan... .
Suparli             : Cepat 50%!
Minah              : Tapi Tuan! (seraya memberikan uang miliknya dengan berat hati)
Suparman        : Nah bagus. Ayo! (pergi dengan cepat dan menghampiri pedagang lain)
Dua preman itu menghampiri pedagang yang lain. Kebetulan ada pedagang baru yang singgah di area kekuasaannya. Pedagang baru itu adalah Martina.
Suparli                         : (tertawa) Hahaha..., rupanya kita ketiban rezeki Parman, ada pedagang baru rupanya.
Suparman        : Siapa namamu?
Martina           : (takut) Nama saya Martina, ampun Tuan saya belum ada rezeki. Saya benar-benar sedang tidak memiliki uang hari ini. Saya mohon Tuan jangan paksa saya, ampun.
Suparli                         : Oke tak masalah, karena kau ini adalah pedagang baru dan hari ini kau tidak bisa menyerahkan uang setoran kepada kami jadi aku putuskan kami akan menagih besok sore. Jika sampai besok sore kau tidak menyerahkan uang setorannya kau akan tahu sendiri akibatnya.
Martina            : Terima kasih Tuan. (sedikit legah)
Suparman        : Jangan senang dulu, tapi sebagai hukumannya kami akan meminta tambah 20%, jadi kau harus menyerahkan uang setoran kepada kami 70% dari pendapatanmu.
Martina            : (kaget) Apa70%?
Suparli             : Kenapa? Ada yang salah? (berkata dengan suara kasar)
Martina           : Itu besar sekali Tuan. Bagaimana saya menghidupi keluarga saya kalau uang pendapatan saya harus dipotong 70%?
Suparman        : Itu peraturan untuk pedagang baru di sini. Lagian itu hanya sekali, seterusnya kau hanya memberikan cukup 50% saja.
Martina           : Tapi Tuan.
Suparli             : (berteriak kasar) APA? KAU TAK SANGGUP?
Suparli dan Suparman meminta uang setoran pada setiap pedagang tanpa ada rasa belas kasihan. Setelah menyusuri sekitar 200 meter, mereka juga menemukan pedagang baru yang tengah sibuk menata barang dagangannya.
Suparman        : Parli, kita benar-benar ketiban rezeki.
Suparli                         : Ya kau benar, sekarang area kekuasaan kita menjadi lebih ramai. Rupanya banyak pedagang dari daerah sebelah yang pindah ke area kita.
Suparman        : Menurutmu apa penyebabnya?
Suparli                         : Tak lain lagi, sebelumnya di Pasar Minggu ini kan ada konser dan bintang tamunya saja Nikita Willy, sudah jelas banyak para pedagang yang pindah ke area sini.
Suparman        : Ayo kita ke sana! (membelok ke arah kanan)
Suparli             : Hei! Siapa namamu?
Sarti                             : (senang) Halo Mas-mas, mau beli ayo silakan pilih! Pokoknya harganya murah-murah untuk Mas. Ya udah khusus untuk Mas-mas diskon deh 40%. Ayo Mas dipilih! Ini semua masih baru-baru kok Mas. (masih menata barang dagangannya)
Suparman        : Pedagang sialan. Kami tanya siapa namamu? Kami tidak butuh daganganmu.
Sarti                            : (agak mulai takut) kok marah Mas. Nama saya Sartika, panggil saja saya Mamak Sarti. Ada apa tho Mas kok sampai marah segitunya?
Suparli                         : Asal kau tahu kami adalah penguasa area Pasar Minggu ini dan kau tahu peraturan di sini?
Sarti                 : (tak mengerti) Memangnya apa?
Suparman        : Tiap pedagang harus menyetorkan uang kepada kami tiap dua hari sekali sebesar 50% dari pendapatannya.
Sarti                 : (tak mengerti) Untuk apa?
Suparli             : Itu sudah menjadi kewajiban pedagang di sini. (matanya melotot)
Suparman        : (berkata keras dan kasar) SEKARANG CEPAT BERIKAN 50%!
Sarti                 : Ampun Mas. Saya sedang tidak punya uang sepeser pun.
Suparman        : (berteriak) APA KAU BILANG?
Sarti                 : Saya benar-benar tidak punya uang. Ampun.
Suparli                         : Baiklah kami tidak akan meminta setoran hari ini tapi besok sore kami akan menagih kepadamu tapi kau harus memberikan 70% sebagai hukuman karena kau tidak bisa memberikan sekarang.
Sarti                 : (sangat kaget) Apa 70%?
Suparman        : KAU MASIH MENANTANG? (sangat marah)
Sarti                 : (hampir menangis) Ampun..., ampun.



Malam harinya Minah dan Martina memikirksn sesuatu untuk menghentikan tindakan Suparli dan Suparman. Minah sudah tidak tahan terhadap perlakuan Suparli dan Suparman yang terus meminta uang setoran kepadanya. Akhirnya Martina memiliki ide untuk menghentikan tindakan dua preman itu.
Martina           : Aku tahu cara menghentikannya. Tetapi kita harus diam-diam agar Suparli dan Suparman tidak tahu rencana kita.
Minah                          : (memandang Martina penuh harap) Apa rencanamu? Aku sudah tidak tahan lagi.
Martina           : Lebih baik kita laporkan saja masalah ini kepada pihak kepolisian untuk menghentikan perilaku mereka. (tengok kanan kiri dan berkata dengan suara lirih)
Minah                          : Semua pedagang di sini diancam supaya tidak melaporkan kepada polisi, semua pedagang takut melakukan itu. Tuan Suparli dan Suparman bisa bertindak jahat terhadap kita kalau mereka tahu kita melaporkannya.
Martina           : Buat apa kita takut, semua ini untuk kesejahteraan kita. Kita harus berani melakukan tindakan yang benar untuk menghentikan perilaku Suparli dan Suparman itu. Sampai kapan semua ini akan berakhir kalau tidak ada upaya penyelesaian. Bu Minah kau tak usah takut.
Minah                          : Tapi kita akan lapor kepada siapa? Di sini jauh dari kepolisian.
Martina            : (tersenyum) Tenang kita akan laporkan masalah ini kepada Mas Anang.
Minah              : Siapa Mas Anang?
Martina           : (berkata seraya berdiri dan menarik tangan Minah) Orang hebat. Ayo! Lebih baik kita laporkan sekarang.
Minah              : Kau yakin ini akan membantu?
Martina            : (tersenyum)
Minah dan Martina berangkat menuju rumah Mas Anang. Sekitar 15 menit mereka sampai di rumah Mas Anang.
Mas Anang      : (berkata dengan ramah) Ada apa Mbak Martina ke sini? Tidak biasanya.
Martina            : (seraya duduk) Kami berdua mau meminta bantuan Mas Anang.
Mas Anang      : Bantuan apa?
Martina           : (berkata dengan tenang dan suara datar) Begini Mas, di tempat kami berdagang ada dua preman yang meresahkan para pedagang. Dua preman itu sering meminta uang setoran kepada pedagang dengan paksa. Para pedagang tak mampu mengatasinya. Jadi kedatangan kami bermaksud meminta bantuan Mas Anang untuk mengatasi masalah ini.
Minah                          : (berkata dengan sedih) Iya Mas, kami para pedagang tak mampu berbuat apa-apa. Saya mohon kesediaan Mas Anang untuk membantu. Saya sudah tak tahan atas perbuatan Suparli dan Suparman itu.
Mas Anang      : Memangnya seberapa buruk yang telah mereka perbuat?
Minah                          : Mereka selalu meminta uang setoran 50% dari pendapatan pedagang. Apalagi sekarang mereka telah membuat peraturan baru yang kelewatan. Para pedagang harus memberikan setoran dua hari sekali. Saya takut Mas Anang, bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saya kalau uang pendapatan saya terus dipotong?
Mas Anang      : (berpikir sejenak)
Martina           : Dua preman itu akan datang kembali besok sore untuk menagih uang setoran kepadaku.
Mas Anang     : Baiklah aku akan membantu semampuku untuk mengatasi masalah tersebut. Memangnya sudah berapa lama kejadian itu terjadi?
Minah              : Satu bulan.
Mas Anang      : Kenapa Ibu baru lapor sekarang?
Minah                          : Para pedagang tak berani melawan Tuan Suparli dan Suparman, mereka sangat kasar sekali.
Mas Anang     : Baiklah, besok sore kalian tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Aku akan merencanakan sesuatu untuk mengatasi masalah itu.
Minah              : (seraya berdiri) Terimakasih.
Martina            : Terimakasih Mas Anang.
Mas Anang      : (tersenyum) Ya sama-sama.

Sore harinya Suparli dan Suparman menemui Martina untuk meminta uang setoran kemarin dan kebetulan Sarti juga berjualan di samping Martina. Suparli dan Suparman meminta uang setoran 70% kepada mereka berdua. Perkataannya sangat kasar sehingga membuat Martina dan Sarti takut. Minah yang berada di sampingnya pun hanya menundukan kepala tak berani mengucapkan sepatah kata apapun. Suasana sangat menegangkan, Minah berharap Mas Anang segera datang dan menghentikan Suparli dan Suparman.
Suparli             : Kebetulan sekali kalian berdua berada di sini, mana uang setoran kemarin?
Martina            : Ma-maaf Tuan, dagangan saya belum laku jadi saya tidak memiliki uang.
Suparli             : (dengan suara sangat kasar) APA KATAMU?
Sarti                            : (agak takut) Begitupun saya Tuan, sudah satu jam saya duduk di sini tetapi belum juga ada pembeli. Bagaimana saya memberikan uang setoran kalau tidak ada pembeli. Maaf Tuan saya tidak bisa memberikan uang setoran hari ini.
Suparman        : KURANG AJAR KALIAN. KALIAN BERDUA BERANI BERMAIN-MAIN DENGAN KAMI? (Suparman menatap mereka berdua dengan marah)
Sarti                 : Benar Tuan, saya tidak memiliki uang hari ini.
Suparli             : Alasan, pasti itu rencana kalian agar bisa menghindar dari kami.
Martina            : (meyakinkan) Sungguh Tuan.
Pemuda 1        : (suara muncul tiba-tiba dari belakang Suparli dan Suparman) Hey kalian, beraninya kalian meminta setoran kepada pedagang demi keuntungan kalian sendiri. Kalian tidak memikirkan bagaimana sulitnya mencari uang, kalian dengan seenaknya meminta uang kepada mereka.
Suparli             : (memalingkan pandangan) Kau ini siapa? Kau tidak berhak ikut campur.
Pemuda 2        : Kami berhak ikut campur. Tindakanmu adalah masalah bagi kami.
Mas Anang     : (Muncul dengan tiba-tiba dari belakang Sarti) Kalian berdua berani sekali meminta uang setoran kepada pedagang di sini.
Suparman        : (menoleh ke arah Mas Anang dengan wajah tak senang)
Suparli             : Memangnya kenapa? Ini area kekuasaan kami.
Mas Anang     : (Memegang pistol dan mengarahkannya pada Suparman) Apa? Area kekuasaanmu? Apa aku tak salah dengar?
Dorrr. Peluru mengenai kaki kiri Suparli. Suparli jatuh tak kuasa menahan tubuhnya sedangkan Suparman kaget dan bingung kemudian langsung kabur menghindar dari Mas Anang.
Suparli             : (berteriak dengan nada rintihan kesakitan) Parman! Tolong aku!
Martina, Minah, dan Sarti langsung berlari menuju arah Suparli dan mencengkeram erat kedua tangannya supaya tidak kabur, sementara Pemuda 1 dan Pemuda 2 mengejar Suparman yang telah lolos.
Mas Anang      : Amankan Suparli ini! Jangan sampai kabur!
Sarti                 : (menganggukan kepala) Baik komandan.
Mas Anang langsung berlari ke arah berlawanan.
Mas Anang     : (tersenyum) Hey mau kemana kamu? Sekarang kamu tidak akan bisa kabur.
Suparman        : (kaget melihat Mas Anang berada di depannya dengan tiba-tiba) Siapa kamu? Jangan sok jadi pahlawan di sini!
Mas Anang     : Akulah orang yang akan menghentikan dan menangkapmu dan tentunya  membebaskan para pedagang dari peraturan yang kau buat itu.
Suparman        : KAU TAK KAN BISA!
Pemuda 1        : (Muncul dari arah belakang Suparman) Mau kemana kau?
Pemuda 2        : (Muncul dari arah samping) Kau tidak akan bisa lari lagi sekarang.
Mas Anang      : Sekarang kamu tak bisa berkutik lagi. Menyerahlah kau!
Suparman kebingungan, ia langsung nekat berlari ke arah Pemuda 1. Dorrrrrrrrr. Mas Anang berhasil melemahkan Suparman dengan tembakan tepat di kaki kanannya. Pemuda 1 dan Pemuda 2 memegangi kedua tangan Suparman dengan erat.
Suparman        : Lepaskan aku! Toloooooong!
Mas Anang      : (dengan tegas) Diam kamu!
Suparman        : Siapa kau ini sebenarnya? Apa tujuanmu keparat?
Pemuda 1        : (marah) Bicara yang sopan!
Mas Anang     : Asal kau tahu Suparman, sebenarnya aku sudah mengawasimu satu minggu ini. Aku selalu memantau gerak-gerikmu setiap hari, dan perlu kau tahu Suparman, Sarti itu adalah penjual yang aku perintah untuk berjualan di sini guna memantau gerak-gerikmu lebih dekat. Satu lagi aku ini adalah mantan ketua polisi dan akhirnya aku bisa menangkapmu dan menghentikan perbuatanmu.